Tanggapan Masyarakat Talo Tentang Hari Buruh Nasional

Headline, Talo599 Dilihat

Talo, Globaltoday.id- Tepat ditetapkan sebagai Perayaan Hari Buruh Internasional. Hari Buruh juga dikenal dengan nama “May Day”. Hari Buruh juga dirayakan diberbagai negara setiap tanggal 1 Mei tersebut.

Hari Buruh pada awalnya terjadi karena adanya gerakan sekelompok buruh di Amerika Serikat yang menuntut perbaikan hidup pekerjaan. Tuntutannya mulai dari jam kerja, upah, dan iklim bekerja yang dinilai kurang sehat pada saat itu.

Para buruh kemudian membentuk aksi mogok bekerja selama kurang lebih seminggu lamanya. Aksi mogok para pekerja ini kemudian membuat pemerintah dan para pemilik usaha geram dan kemudian menurunkan aparat kepolisian untuk turun tangan mengamankan situasi. Hari Buruh lahir dari sejarah yang menyedihkan dan kelam. Para pejuang buruh yang menuntut hak dan kesejahteraan kemudian banyak ditangkap dan diadili serta menimbulkan pemberontakan.

Hari Buruh bermakna agar kita dapat menghargai kerja keras serta perjuangan dari setiap orang. Terutama waktu dan tenaga yang telah dikorbankan oleh para buruh di setiap perusahaan. Buruh memiiki hati yang tulus dan senantiasa berjuang untuk keluarga, msyarakat dan negara. Buruh adalah satu di antara elemen penting dalam pembangunan bangsa. Selamat Hari Buruh 1 Mei 2021.

Marta Iswardi salah satu tokoh masyarakat Desa Bakal Dalam, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma saat di temui wartawan Senin, (1/5/2023) menanggapi positif tentang adanya Hari Buruh Nasional tersebut. menurutnya yang pertama membangkitkan semangat buruh untuk bekerja lebih baik lagi.

“Dengan adanya Hari Buruh Nasional ini bermunculan serikat-serikat buruh untuk menangani perihal sesuatu yang terjadi pada para pekerja buruh di perusahaan masing-masing serta sebagai batu loncatan untuk menyampaikan aspirasi setiap buruh yang bekerja baik di perusahaan swasta maupun di pabrik,” ucapnya.

“Harapan kami sebagai masyarakat dengan adanya Hari Buruh Nasional bukan berarti harus ada keributan seperti yang terjadi pada saat demo menyampaikan aspirasi, tetapi ini merupakan timbal balik baik dari perusahaan swasta maupun pabrik untuk menampung aspirasi dari para pekerja buruh. mudah-mudahan dari pihak perusahaan dan pekerja bisa saling harmonis dan tidak ada unsur saling intimidasi satu sama lain,” ujarnya. (Ilh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *