Bikin Geram, Masyarakat Desa Tebat Sibun Minta APH Usut Sampai Tuntas

Headline, Talo624 Dilihat

Talo, Globaltoday.id- Salah satu tokoh masyarakat desa Tebat Sibun, Kecamatan Talo Kecil melaporkan pemerintah desa ke Polres dan Inspektorat Kabupaten Seluma dengan dugaan penyelewengan dana desa anggaran 2022 dengan paket pembangunan Jembatan Gantung dan Jalan Sentra Pertanian Rabat Beton.

Salah satu tokoh masyarakat desa Tebat Sibun Zaryadi menyampaikan, bahwa hal ini dilakukan karena sudah beberapa kali gagal mediasi.

“Kita sudah dipanggil oleh ketua BPD untuk menyelesaikan masalah ini, namun masih gagal. masyarakat pada awalnya meminta pemerintah desa untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini. Namun, hingga saat ini pekerjaan tersebut belum selesai khususnya jembatan gantung, dan Jalan Rabat Beton baru 4 bulan dari pengerjaannya sudah rusak berat,” ucap Zaryadi saat di konfirmasi media Kamis, (6/4/2023).

Adapun poin yang dilaporkan adalah sebagai berikut :

  1. Pembangunan jembatan gantung air pengurungan desa Tebat Sibun tahun 2022, Sumber dana dari dana silpa dengan pagu dana Rp 236.433.000.
  2. Pembangunan jalan setral produksi, pembangunan jalan rabat beton sawah/pertanian dengan pagu dana Rp 214.906.600 dari sumber dana desa tahun 2022 yang sekarang kondisinya banyak retak dan diduga tidak sesuai RAB.
  3. Permohonan audit khusus, agar inspektorat turun langsung mengecek realisasi penggunaan dana BUMDES desa Tebat Sibun.

“Hari ini kita sudah resmi melaporkan pemerintah desa ke polres dan Inspektorat Kabupaten Seluma, kami berharap agar kepada pemerintah daerah bisa memberikan efek jera kepada pemerintah desa, karena upaya mediasi dianggap gagal. Semoga juga nanti pihak berwajib dapat menemukan kebenaran didalam masalah ini, agar keresahan masyarakat dapat diredam dengan adanya tindak lanjut dari pihak berwajib,” ujar Zaryadi.

Sementara itu Kepala Dinas Inspektorat Kabupaten Seluma Marahalim membenarkan adanya pengaduan masyarakat Tebat Sibun tersebut.

“Iya ada pengaduan masyarakat desa Tebat Sibun barusan masuk, nanti kita pelajari terlebih dahulu baru kita akan tindaklanjuti,” kata Marahalim

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Kepala desa Tebat Sibun belum bisa dikonfirmasi dan mengklarifikasi berita serta diduga menutup diri.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *