Pentas Ceria Anak Hebat Digelar di Sememu, Dorong Talenta Anak Keluarga Petani Tembakau

Globaltoday.id | Lumajang — Beragam kreativitas anak-anak keluarga petani tembakau ditampilkan dalam kegiatan Pentas Ceria Anak Hebat (PECAH), sebuah program pendampingan anak keluarga petani tembakau melalui Program Ceria 2026.

Kegiatan tersebut digelar pada Minggu, 27 September 2026, bertempat di Balai Desa Sememu, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Program ini diselenggarakan oleh Sanggar Sang Kresna bersama PT HM Sampoerna dan PT Alliance One Indonesia (AOI).

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Sejumlah anak keluarga petani tembakau tampil menunjukkan berbagai bakat dan kreativitas mereka, mulai dari pertunjukan tari, permainan edukatif dan games, hingga memamerkan berbagai hasil karya yang telah dibuat selama mengikuti program pendampingan.

Kegiatan PECAH 2026 ini merupakan pelaksanaan tahun kedua, setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar pada tahun lalu. Program tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil, sekaligus mendapatkan pengalaman positif di luar lingkungan belajar sehari-hari.

Kepala Desa Sememu, Sutaji, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan talenta mereka.

Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai positif karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar, berkarya, berinteraksi dan mengembangkan kepercayaan diri.

“Pemerintah Desa Sememu tentu mengapresiasi dan mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak memiliki banyak potensi yang perlu diberikan ruang untuk berkembang,” ujar Sutaji dalam sambutannya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial yang diwakili Kabid PPA, Atok, mengingatkan para orang tua yang bekerja sebagai petani tembakau agar tetap memperhatikan hak-hak anak.

Ia menekankan agar anak-anak tidak dilibatkan dalam pekerjaan yang dapat mengganggu tumbuh kembang, pendidikan, kesehatan maupun keselamatan mereka.

“Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Mereka harus bisa belajar, bermain, berkreativitas dan mendapatkan pendidikan dengan baik. Jangan sampai anak dilibatkan dalam pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang dewasa,” pesan Atok.

Menurutnya, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama, baik orang tua, keluarga, masyarakat maupun pemerintah. Karena itu, keberadaan program pendampingan seperti PECAH diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Mengembangkan Talenta Anak

Pentas PECAH 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendampingan anak keluarga petani tembakau. Anak-anak diberikan kesempatan untuk menunjukkan hasil belajar dan kreativitas mereka di hadapan orang tua serta masyarakat.

Berbagai permainan dan kegiatan kreatif juga membuat suasana acara semakin hidup. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh penyelenggara.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan semakin berani mengekspresikan diri, mengenali potensi yang dimiliki serta membangun rasa percaya diri sejak dini.

Program pendampingan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara komunitas, dunia usaha, pemerintah desa dan masyarakat dalam menciptakan ruang yang positif bagi tumbuh kembang anak.

Dengan mengusung semangat pendampingan anak keluarga petani tembakau, PECAH 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu anak-anak tumbuh, belajar, bermain, berkarya dan meraih cita-cita mereka.

Globaltoday.id | Lumajang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *