Patria Dwi Hastiadi Resmi Pimpin Dindikbud Lumajang, Akhiri Kekosongan Jabatan dan Bawa Harapan Baru Pendidikan

GLOBALTODAY.ID | LUMAJANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang kini memiliki kepala dinas definitif setelah kurang lebih satu tahun mengalami kekosongan jabatan. Patria Dwi Hastiadi, AP., M.Si., resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dindikbud Kabupaten Lumajang, Rabu (16/9/2026).

Sebelumnya, Patria menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang sekaligus menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dindikbud.

Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kepemimpinan dan tata kelola sektor pendidikan serta kebudayaan di Kabupaten Lumajang.

Bawa Harapan Baru bagi Dunia Pendidikan

Kehadiran kepala dinas definitif diharapkan mampu menghadirkan penguatan koordinasi dan kesinambungan program pendidikan. Patria kini memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan kebijakan serta pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan satuan pendidikan.

Sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian meliputi peningkatan kompetensi guru, pemerataan akses pendidikan, penguatan tata kelola sekolah, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, guru, kepala sekolah, pengawas, organisasi profesi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dan pelestarian kebudayaan di Kabupaten Lumajang.

Agus Salim: Momentum Melanjutkan Pembangunan Pendidikan

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang periode 2020–2024, Dr. Agus Salim, M.Pd., saat dimintai pendapat awak globaltoday melalui pesan singkat WhatsUp,  menyambut baik pelantikan Patria Dwi Has sebagai kepala dinas definitif.

Menurut Agus Salim, pergantian kepemimpinan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat sekaligus melanjutkan pembangunan pendidikan yang telah berjalan.

“Pelantikan Bapak Patria Dwi Hastiadi sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang saya pandang sebagai momentum untuk memperkuat dan melanjutkan pembangunan pendidikan yang sudah berjalan,” ujar Agus Salim.

Ia menilai, tantangan dunia pendidikan ke depan tidak ringan. Karena itu, diperlukan kepemimpinan yang terbuka, kolaboratif, dan inovatif, dengan tetap berorientasi pada kebutuhan nyata satuan pendidikan.

“Tantangan ke depan tentu tidak ringan, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang terbuka, kolaboratif, dan inovatif, dengan tetap berpijak pada kebutuhan nyata satuan pendidikan,” lanjutnya.

Dorong Penguatan Sinergi Antar Pemangku Kepentingan

Agus Salim juga berharap kepemimpinan Patria Dwi Has dapat memperkuat sinergi antara berbagai pihak yang memiliki peran dalam pembangunan pendidikan.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, guru, kepala sekolah, pengawas, koordinator wilayah (Korwil), perguruan tinggi, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan.

“Saya berharap di bawah kepemimpinan beliau, sinergi antara pemerintah, guru, kepala sekolah, pengawas, Korwil, perguruan tinggi, dan masyarakat semakin kuat, sehingga setiap kebijakan pendidikan benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan di Lumajang,” ungkapnya.

Agus Salim menegaskan bahwa kebijakan pendidikan perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Lumajang.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada Patria Dwi Hastiadi atas amanah baru yang diemban.

“Saya ucapkan selamat mengemban amanah. Semoga dapat membawa energi dan gagasan baru bagi pendidikan Lumajang,” pungkas Agus Salim.

Masyarakat Menanti Program Prioritas

Dengan berakhirnya kekosongan jabatan kepala dinas, Dindikbud Kabupaten Lumajang memasuki fase kepemimpinan baru. Masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan kini menantikan arah kebijakan serta program prioritas yang akan dijalankan Patria Dwi Hastiadi.

Langkah konkret dalam meningkatkan mutu guru, memperkuat tata kelola satuan pendidikan, serta memperluas akses dan kualitas layanan pendidikan diharapkan menjadi bagian dari agenda kepemimpinan baru Dindikbud Lumajang. ***