Globaltoday.id, Lumajang – MTs Negeri (MTsN) Lumajang terus memperkuat sinergi antara madrasah, Ma’had Al Hikmah, dan orang tua dalam membentuk generasi yang unggul. Melalui kegiatan Parenting dan Sosialisasi Program Ma’had Al Hikmah bertema “Berjalan Bersama Ridho Orang Tua dan Guru Mewujudkan Generasi Santri yang Mandiri, Berakhlak Mulia, dan Berdaya Saing”, madrasah menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendidik karakter peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung di Aula MTsN Lumajang, Minggu (26/7/2026), diikuti santri dan santriwati Ma’had Al Hikmah kelas VII, VIII, dan IX bersama orang tua atau wali murid. Hadir pula Kepala MTsN Lumajang, jajaran guru, pengasuh Ma’had, serta pengurus komite madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN Lumajang, Dr. Moh. Safi’, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa MTsN Lumajang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, baik akademik maupun karakter, melalui berbagai kerja sama internasional.
Ia mengungkapkan bahwa MTsN Lumajang baru saja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Korean Muslim Federation (KMF) sebagai langkah memperluas jejaring pendidikan di tingkat global. Kerja sama tersebut melengkapi kolaborasi internasional yang telah berjalan beberapa tahun terakhir bersama NGO Peace Corps dari Amerika Serikat.
“Alhamdulillah, MTsN Lumajang kembali memperluas kerja sama internasional melalui penandatanganan MoU dengan Korean Muslim Federation. Sebelumnya kami juga telah menjalin kerja sama dengan Peace Corps dari Amerika Serikat. Kami berharap kolaborasi ini semakin meningkatkan kualitas pendidikan dan wawasan global peserta didik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ustaz Safi’ menjelaskan bahwa keberadaan Ma’had Al Hikmah bukan sekadar menyediakan tempat tinggal bagi siswa, melainkan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter religius para santri.
Menurutnya, selain memperoleh materi pelajaran umum di madrasah, para santri Ma’had juga mendapatkan penguatan ilmu-ilmu keagamaan sebagaimana yang diterapkan di pondok pesantren.
“Melalui Ma’had, anak-anak tidak hanya belajar mata pelajaran umum, tetapi juga mendapatkan tambahan pendidikan agama. Yang paling utama adalah membiasakan ibadah berjamaah, khususnya menjaga salat lima waktu agar menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, sesi parenting menghadirkan anggota Komite MTsN Lumajang, KH. Jamaludin, S.Pd., M.M., yang menyampaikan materi bertema “Sinergi Ma’had, Orang Tua, dan Santri dalam Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia, Berilmu, dan Berprestasi.”
Dalam paparannya, KH. Jamaludin menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah maupun pesantren. Peran orang tua tetap menjadi faktor utama dalam membentuk kepribadian dan masa depan anak.
Ia juga menguraikan empat tipologi anak yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu:
1. Anak sebagai perhiasan kehidupan.
2. Anak sebagai ujian atau cobaan bagi orang tua.
3. Anak yang dapat menjadi musuh apabila tidak dididik dengan benar.
4. Anak sebagai penyejuk hati (qurrata a’yun) yang menjadi kebanggaan orang tua.
“Pilihan anak akan menjadi seperti apa sangat dipengaruhi oleh pola pendidikan di rumah, di sekolah, dan di lingkungan. Karena itu diperlukan sinergi yang kuat antara orang tua, guru, dan pengasuh Ma’had agar lahir generasi yang berakhlak mulia, berilmu, sekaligus mampu berprestasi,” tutur KH. Jamaludin.
Suasana parenting berlangsung hangat dan santai. Para orang tua tampak antusias mengikuti materi khusunya mengenai pola pendampingan anak selama menempuh pendidikan di Ma’had Al Hikmah.
Melalui kegiatan ini, MTsN Lumajang berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara madrasah, pengasuh Ma’had, dan orang tua. Sinergi tersebut diyakini menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter islami, mandiri, berakhlak mulia, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
