Globaltoday.8d, LUMAJANG – Tradisi Sedekah Desa Kandangan kembali berlangsung meriah di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Senin (13/7/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute arak-arakan 29 jolen hingga menuju Situs Selogending, sementara jajaran Polsek Senduro bersama personel gabungan melakukan pengamanan penuh demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kenduren di Balai Desa Kandangan sekitar pukul 08.00 WIB sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat. Satu jam kemudian, arak-arakan 29 jolen yang dihias beragam hasil bumi dan ornamen tradisional diberangkatkan menuju Situs Selogending di Dusun Krajan, yang menjadi lokasi puncak prosesi adat.
Sesampainya di situs bersejarah tersebut, masyarakat bersama para tokoh mengikuti kenduren jolen sebagai bagian dari tradisi turun-temurun yang hingga kini tetap dijaga dan dilestarikan oleh warga Desa Kandangan.
Perayaan budaya itu dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Agus Wicaksono, S.Sos., Camat Senduro Sarjito Wibowo, S.STP, Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santosa, S.H., perwakilan Koramil Senduro Peltu Sukari, Kepala Desa Kandangan Jumanang, jajaran Bhayangkari, tokoh agama, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, peserta dari 29 kelompok jolen, serta sekitar 1.500 warga yang memadati lokasi kegiatan.
Untuk mengantisipasi kepadatan peserta dan menjaga situasi keamanan, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Senduro, Koramil Senduro, dan Satuan Keamanan Desa (SKD) yang disiagakan di sejumlah titik sepanjang rute hingga lokasi acara.
Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santosa mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri agar masyarakat dapat mengikuti tradisi budaya dengan rasa aman dan nyaman.
“Kami menempatkan personel di sejumlah titik agar seluruh rangkaian Sedekah Desa Kandangan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Syukur alhamdulillah, kegiatan berjalan kondusif berkat sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah desa, panitia, serta dukungan penuh masyarakat,” ungkap AKP Wahono.
Ia menambahkan, Sedekah Desa bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang perlu terus dipertahankan oleh generasi muda.
> “Tradisi seperti ini merupakan kekayaan budaya yang harus kita lestarikan bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ketertiban, saling menghormati, dan menjadikan setiap kegiatan budaya sebagai sarana memperkuat persaudaraan serta persatuan,” tambahnya.
Arak-arakan 29 jolen yang menjadi ikon Sedekah Desa Kandangan sukses menarik perhatian masyarakat. Antusiasme warga yang memadati sepanjang jalur prosesi menambah semarak suasana, namun tetap berlangsung dengan tertib berkat pengamanan yang maksimal.
Hingga seluruh rangkaian acara berakhir, situasi di Desa Kandangan terpantau aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan. Keberhasilan penyelenggaraan tradisi ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang tetap terjaga di wilayah Kecamatan Senduro.
