Tembok PT Gasulindo Roboh Timpa Rumah Warga di Condro, Kerugian Capai Puluhan Juta

Jawa Timur, Lumajang27 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Tembok pembatas sebelah timur milik PT Gasulindo di Desa Condro, Kecamatan Pasirian, roboh dan menimpa rumah warga pada Kamis,  5/3/2026 sekitar pukul 10.20 WIB.

Tembok setinggi kurang lebih 5 meter tersebut ambruk sepanjang sekitar 30 meter dan menimpa bagian rumah milik B. Nur Rohma yang berada tepat di sisi timur perusahaan pengolahan kayu tersebut.

Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Diduga Sudah Lama Miring

Menurut keterangan warga sekitar, kondisi tembok tersebut sebelumnya sudah terlihat miring dan mengkhawatirkan.

“Sudah lama kelihatan miring. Bahkan sudah pernah dilaporkan ke pimpinan perusahaan, tapi tidak ada tindakan perbaikan,” tegas salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Warga juga menyebut dalam satu hingga dua hari terakhir cuaca di wilayah tersebut sangat ekstrem, hujan deras disertai angin kencang. Kondisi tersebut diduga memperparah tekanan pada struktur tembok hingga akhirnya roboh.

“Cuacanya memang ekstrem. Hujan dan angin kencang. Tapi temboknya memang sudah miring sebelumnya,” tambahnya.

Tidak Ada Korban Jiwa

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Saat tembok roboh, penghuni rumah tidak berada di titik yang tertimpa langsung oleh puing-puing.

“Alhamdulillah tidak ada korban,” ujar warga.

Namun, bagian rumah mengalami kerusakan cukup serius akibat tertimpa material beton dan bata dari tembok perusahaan.

Perusahaan Belum Beri Klarifikasi

Ketika awak media mendatangi lokasi kejadian beberapa saat setelah peristiwa, suasana sudah relatif sepi. Puing-puing tembok terlihat berserakan di area rumah warga.

Tidak satu pun pegawai maupun pimpinan perusahaan bersedia memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian tersebut.

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan bahwa pihak perusahaan disebut-sebut telah menyatakan akan menanggung perbaikan rumah warga yang terdampak.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan tertulis atau keterangan resmi dari manajemen PT Gasulindo.

Dugaan Malkonstruksi

Sejumlah warga menduga robohnya tembok tersebut akibat konstruksi yang tidak memenuhi standar teknis.

Dalam ketentuan umum pembangunan, setiap penambahan atau pembangunan struktur baru, terutama dengan ketinggian mencapai 5 meter, seharusnya melalui perencanaan konstruksi yang matang dan berkonsultasi dengan pihak terkait agar memenuhi aspek keamanan.

Jika benar terjadi kesalahan konstruksi (malkonstruksi), maka hal tersebut berpotensi membahayakan keselamatan orang lain, apalagi tembok berdiri tepat berbatasan dengan permukiman warga.

Perlu Evaluasi Keselamatan Bangunan

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap bangunan industri yang berbatasan langsung dengan rumah penduduk.

Warga berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap struktur bangunan lainnya agar kejadian serupa tidak terulang.

PT Gasulindo sendiri dikenal sebagai perusahaan pengelolaan kayu yang beroperasi di wilayah Desa Condro, Kecamatan Pasirian.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti robohnya tembok tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *