Globaltoday.id, Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat peran dunia pendidikan dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), Pemprov Jatim mendorong sekolah tidak hanya menjadi pusat pembelajaran akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter kemandirian dan kewirausahaan sejak dini.
Hingga awal 2026, program SIKAP tercatat telah diikuti oleh 754 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Timur. Rinciannya meliputi 97 SMA swasta, 232 SMA negeri, 158 SMK negeri, 220 SMK swasta, 22 SLB negeri, dan 25 SLB swasta.
Program ini mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah untuk kegiatan produktif, seperti pertanian dan pengelolaan pangan berkelanjutan. Selain memperkenalkan siswa pada praktik pertanian modern, SIKAP juga diarahkan untuk menanamkan nilai inovasi, kepedulian lingkungan, serta semangat wirausaha.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menilai, pendekatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang relevan dengan tantangan masa depan.
Dengan perluasan program SIKAP, Pemprov Jatim berharap sekolah mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan sektor pangan sekaligus mencetak generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.






