Globaltoday.id, Lumajang — Dalam upaya meningkatkan transparansi dan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat, DPRD Kabupaten Lumajang menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama 55 insan media pada Jumat, 28 November 2025. FGD ini mengangkat tema “Menguatkan Kolaborasi DPRD dan Media untuk Peningkatan Keterbukaan Informasi Publik.”
Ketua DPRD Lumajang, Hj. Octaviani, S.H., M.H, saat memberikan sambutan, menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik bukan hanya kewajiban kelembagaan, tetapi juga kebutuhan zaman. Karena itu, sinergi antara DPRD sebagai lembaga legislatif dan media sebagai jembatan komunikasi publik harus terus diperkuat.
“Transparansi tidak bisa berjalan tanpa peran media. Kolaborasi ini penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Octavia dalam keterangannya.
Perkuat Ekosistem Informasi yang Sehat
FGD ini menjadi ruang dialog dua arah antara wakil rakyat dan para jurnalis untuk membahas berbagai isu aktual mengenai akses informasi, mekanisme penyampaian agenda DPRD, hingga tantangan media di era digital. Melalui forum ini, DPRD Lumajang ingin membangun ekosistem informasi yang sehat dan responsif.
Menurut Octavia, media memiliki fungsi krusial dalam mengawasi jalannya pemerintahan, sekaligus memastikan setiap kebijakan dapat diketahui publik secara transparan. Oleh karena itu, komunikasi antara DPRD dan media harus dibangun dengan prinsip keterbukaan, akurasi, dan saling menghormati peran masing-masing.
Mendorong Tata Kelola Informasi yang Lebih Terbuka
FGD ini menghadirkan Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD dan Sekretaris DPRD, serta puluhan insan pers dari berbagai media lokal dan nasional. Agenda utama meliputi penguatan mekanisme publikasi kegiatan DPRD, standar layanan informasi publik, serta sinergi kerja sama pemberitaan yang berkualitas.
DPRD Lumajang menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga yang terbuka, modern, dan dekat dengan masyarakat. Melalui FGD ini, diharapkan lahir rekomendasi dan langkah konkret untuk meningkatkan akses informasi, meluruskan misinformasi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
“Kami ingin membangun DPRD yang mudah diakses, informatif, dan terbuka untuk publik. Ini bukan hanya kerja DPRD, tetapi kerja bersama dengan media” tambah Octavia.
Acara FGD ini menjadi momentum penting bagi DPRD Lumajang dan media untuk bersama-sama menjaga transparansi, memperkuat demokrasi lokal, dan menghadirkan informasi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.
