Peran Strategis Perempuan Mengemuka dalam Peringatan HUT ke-68 GOW Lumajang

Jawa Timur, Lumajang179 Dilihat

Globaltoday.id,  Peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lumajang tahun ini tidak sekadar menjadi rangkaian seremoni tahunan. Acara tersebut justru dimaknai sebagai wadah strategis untuk merumuskan kontribusi nyata perempuan dalam pembangunan daerah.

Melalui Diskusi Publik bertema “Peran Perempuan dalam Membangun Bangsa” yang digelar di Gedung PKK Lumajang pada Selasa (18/11/2025), GOW menegaskan bahwa perempuan merupakan aktor penting yang memegang peranan besar dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Dewan Penasehat GOW Kabupaten Lumajang, Rahayu Agus Triyono,  menyampaikan bahwa forum diskusi tersebut menjadi ruang bertemunya beragam perspektif organisasi perempuan dalam menjawab tantangan pembangunan masa kini. Menurutnya, kontribusi perempuan tidak bisa lagi dilihat secara terpisah, melainkan sebagai bagian integral pembangunan sumber daya manusia, ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Diskusi publik ini adalah momentum untuk mengidentifikasi masalah serta merumuskan solusi bersama. Perempuan memiliki kapasitas besar dalam memperkuat struktur sosial, ekonomi, dan karakter bangsa. Karena itu, sudah saatnya perempuan ditempatkan pada posisi strategis,” ujar Rahayu.

Ia juga memaparkan sejumlah isu prioritas yang perlu mendapat perhatian, mulai dari penguatan literasi keluarga, peningkatan pendidikan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi berbasis perempuan, hingga pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan di level komunitas maupun pemerintah daerah.

Forum tersebut menghasilkan pandangan bersama bahwa pembangunan yang efektif hanya dapat tercapai apabila perempuan diberi ruang partisipasi yang setara. Peserta diskusi menilai perempuan memiliki sensitivitas sosial tinggi yang membuat mereka mampu membaca dinamika masyarakat, memahami kebutuhan keluarga, serta merespons persoalan sosial dengan cepat.

Selain itu, diskusi juga menyoroti peran perempuan dalam menghadapi tantangan zaman modern, termasuk digitalisasi layanan publik, penguatan ekonomi kreatif, kesehatan reproduksi, serta persiapan generasi muda yang lebih adaptif terhadap perubahan.