Kisruh Ujian Perangkat Desa Bago: Peserta Protes Nilai Sempurna, Desak Ujian Diulang

Jawa Timur, Lumajang913 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Ujian tulis penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Kamis (11/9/2025), berakhir dengan kisruh. Proses seleksi yang diikuti 34 peserta itu awalnya berjalan lancar, namun berubah tegang saat koreksi bersama dilakukan.

Dalam seleksi tersebut, peserta terbagi ke empat formasi: Sekretaris Desa (6 peserta), Kaur Perencanaan (11 peserta), Kaur Keuangan (9 peserta), dan Kaur Pemerintahan (8 peserta). Ketegangan mencuat setelah diketahui ada peserta yang meraih nilai sempurna (100) untuk formasi Kaur Keuangan dan Kaur Pemerintahan.

Rosyid, salah satu peserta, melayangkan protes keras. Ia menilai mustahil seorang peserta bisa menjawab seluruh soal dengan benar.

“Saya pernah tanya panitia, siapa yang bikin soal? Dijawabnya dari pemdes kabupaten. Tapi ternyata soal itu dibuat panitia sendiri. Dari sini saja sudah jelas indikasi tidak fair,” ungkapnya.

Menurutnya, dugaan kecurangan semakin kuat setelah ditemukan lembar soal dengan tanda titik-titik pada pilihan jawaban. Meski panitia membantah, Rosyid menegaskan bahwa peserta berhak atas transparansi. Ia juga menilai seleksi sejak awal cacat prosedur, terutama terkait perpanjangan pendaftaran tanpa pemberitahuan resmi.

“Kalau proses awalnya saja sudah bermasalah, maka hasilnya tidak bisa dipercaya. Kami minta ujian diulang,” tegas Rosyid yang diamini beberapa peserta lain.

Sementara itu, ketika awak media mengonfirmasi kepada Plt. Kepala Desa Bago, Wahyudi, ia enggan memberikan komentar lebih jauh.

“Semua sudah diserahkan ke panitia. Jadi saya tidak ikut-ikut, silakan tanyakan langsung ke panitia,” ujarnya singkat.

Hingga sore hari, Panwascam, camat, kades, dan panitia belum berani memutuskan siapa yang lolos seleksi. Akhirnya, hasil musyawarah memutuskan bahwa permasalahan ini akan dikonsultasikan terlebih dahulu ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Lumajang sebelum ada keputusan final.

Kisruh ini membuat publik Desa Bago menunggu dengan penuh tanda tanya. Apakah hasil ujian akan tetap disahkan atau justru diulang sesuai desakan peserta?     (Bersambung…)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *