KKN Kolaboratif dan MMD: Dua Program Pengabdian Mahasiswa dengan Ciri Khas Berbeda

Jawa Timur, Lumajang306 Dilihat

Globaltoday.id, Malang – Perguruan tinggi di Indonesia terus mengembangkan model pengabdian masyarakat agar mahasiswa tidak hanya terampil di bidang akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial. Dua program yang cukup populer adalah KKN Kolaboratif dan MMD (Mahasiswa Membangun Desa). Sekilas mirip, namun keduanya memiliki perbedaan dalam bentuk dan pelaksanaannya.

KKN Kolaboratif adalah program Kuliah Kerja Nyata yang melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas atau bahkan antarperguruan tinggi untuk menggarap satu tema bersama di lokasi yang sama. Pendekatan ini memadukan keahlian lintas disiplin, seperti sosiologi, komunikasi, antropologi, hingga teknik, untuk menyelesaikan masalah di desa secara terintegrasi. Program ini biasanya dilaksanakan oleh fakultas atau gabungan fakultas, dan tema yang diangkat disesuaikan dengan kebutuhan wilayah sasaran.

Sementara itu, MMD merupakan transformasi KKN di Universitas Brawijaya menjadi program pengabdian berskala besar yang dikelola langsung oleh universitas melalui LPPM. Mahasiswa dari berbagai jurusan ditempatkan di desa-desa dengan target mencapai 1.000 desa di seluruh Jawa Timur. Program ini berbasis data dan diselaraskan dengan target SDGs Desa—mulai dari peningkatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, penguatan literasi, hingga pengembangan potensi lokal.

Perbedaan mendasar terletak pada lingkup dan pengelolaannya. KKN Kolaboratif lebih tematik dan biasanya diinisiasi oleh fakultas tertentu, sedangkan MMD bersifat holistik, masif, dan terstruktur sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa semester empat ke atas. Jika KKN Kolaboratif menekankan kolaborasi pada satu proyek atau bidang, MMD menekankan keberlanjutan dampak dan pengembangan karakter mahasiswa melalui pengalaman hidup langsung di desa selama kurang lebih satu bulan.

Keduanya sama-sama menanamkan nilai empati, kerja sama, dan kepemimpinan. Namun, MMD dirancang sebagai program strategis berskala besar, sementara KKN Kolaboratif lebih fleksibel dengan fokus tematik yang spesifik.

( Dodik )