18 Jamaah Naik Status Cadangan Menjadi Reguler Akhirnya Berangkat

Uncategorized255 Dilihat

Globaltoday.id Bojonegoro, 27/05/2025. Hari hari Jelang pelaksanaan wukuf arofah yang insyaallah jatuh pada 9 Dzulhijjah 1446 atau tanggal 6 Juni 2026 ini masih ada jamaah yang belum diberangkatkan ke tanah suci. Suasana itu terlihat kemaren sore di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro.

 

Berdasarkan penyampaian Seksi PHU Kemenag Bojonegoro Dr. Abdulloh Hafidz S.Ag. M. Ag. bahwa Calon Jamaah Haji tersebut merupakan CJH cadangan.

 

“Hari ini kita berangkatkan sebanyak 18 orang yang tergabung dari data cadangan di masing masing kloter yakni 66,67 dan 68,” katanya.

 

Sejumlah 18 orang ini tidak semuanya dari Kabupaten Bojonegoro melainkan gabungan dari beberapa Kabupaten sekitar yang kebetulan Kemenag Bojonegoro menjadi sentral keberangkatan, dari Bojonegoro hanya 4 orang”.

 

Pola penggantian cadangan menjadi Reguler adalah didasari data yang ada sebelumnya namun mengalami perubahan dengan beberapa sebab, diantara sebab salah satunya terdapat jamaah yang belum berangkat meninggal dunia atau mengundurkan diri di saat awal penetapan oleh Kementerian Agama.

 

Dalam pelaksanaan keputusan cadangan menjadi reguler pihak Kemenag juga tidak serta memutuskan namun melalui tawaran awal kepada siapa saja yang siap berangkat meski waktunya sempit.

 

“Alhamdulillah semua yang ditawarri oleh Kemenag nampak semua direspon positif oleh penerima tawaran sebagai CJH berangkat tahun ini.

 

Disinggung terkait kegiatan manasik sebagai yang menjadi bagian pelayanan, pihak Kemenag juga telah melaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Adalah Ibu Arfa yang sore berada di dekat mobil Patwal menyampaikan kepada awak media, bahwa dirinya berterima kasih kepada pihak penyelenggara haji, karena di awal orang tuanya berstatus cadangan kini menjadi reguler dan berangkat hari ini.

 

Namun juga dia sedih lantaran hari ini tidak banyak dari Bojonegoro, “hanya empat orang yang dari Bojonegoro, “sampainya sambil menahan haru.

 

Apa yang dirasakan sangat beralasan karena ibunya sudah di usia 70 an lebih. “Semoga diberikan kesehatan selama di sana dengan menjalankan ibadah sebaik mungkin, ” Sembari memberikan lambaian tangan saat mobil Patwal mulai berangkat. (luq)