Ketua BUMDes Srikandi Tempeh Tengah Dicopot, Usaha Pengelolaan Sampah Rugi Rp17 Juta dan Sempat Dihentikan

Jawa Timur, Lumajang536 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Srikandi, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencopot ketuanya, Andik, menyusul kerugian sebesar Rp17 juta dari unit usaha pengelolaan sampah yang baru berjalan tiga bulan. Langkah tegas ini diambil langsung oleh Kepala Desa Tempeh Tengah, Mansyur, yang kemudian menunjuk Hudi sebagai pengganti.

Pengelolaan sampah yang sebelumnya menjadi salah satu unit unggulan BUMDes Srikandi, terpaksa dihentikan sementara sejak sepekan terakhir setelah diketahui mengalami kerugian signifikan. “BUMDes itu lembaga yang orientasinya profit. Maka tidak bisa dibiarkan jika justru rugi,” ujar Mansyur kepada wartawan.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa kerugian tersebut bisa dihindari jika pengurus melakukan kajian mendalam sebelum memulai usaha. “Sebelum jalan, harus ada analisa kelayakan. Bisa juga studi banding ke BUMDes lain yang sudah jalanin usaha persampahan. Jangan asal mulai,” katanya.

Mansyur berharap, dengan kepemimpinan yang baru, arah pengelolaan BUMDes bisa lebih profesional. “Dengan pergantian ini, semoga usaha yang dijalankan bisa lebih lancar, maju, dan berkembang,” tegasnya.

Ketua BUMDes yang baru, Hudi, menyatakan bahwa unit usaha pengelolaan sampah akan segera dijalankan kembali mulai Kamis, 17 April 2025. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun kembali BUMDes Srikandi. “Saya butuh dukungan dan kerja sama semua pihak. Kalau pengurus, Pemdes, dan warga kompak, saya yakin BUMDes ini bisa maju dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya optimis.

Penghentian sementara ini diharapkan menjadi momen refleksi dan perbaikan agar ke depan BUMDes Srikandi bisa berjalan lebih efisien dan sesuai dengan harapan masyarakat. ( Dodik )