Kembali Terjadi, Akibat Duel Maut 3 Orang Meninggal Dunia 1 Orang Kritis

Bengkulu Selatan, Globaltoday.id- Kabupaten Bengkulu Selatan kembali dibuat heboh dikarenakan adanya warga Bengkulu Selatan yang meninggal dunia karena perkelahian. Pasalnya, hanya dalam tempo waktu 14 jam dari kejadian pertama ada 3 warga yang meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Adapun kejadian berdarah tersebut, pertama dialami oleh warga bernama Debi Pasar Manna yang meninggal dunia pada Minggu (13/8/2023) malam sekira pukul 19.35 WIib disalah satu kosan yang berada di Pasar Manna.

Debi meninggal duni usai terkena tusukan Senjata Tajam (Sajam) dari BE yang merupakan sahabatnya sendiri yang berasal dari Pasar Manna. Sedangkan BE sendiri saat ini sudah diamankan petugas di Mapolres Bengkulu Selatan.

Pada Senin, (14/8/2023) sekira pukul 09.35 Wib duel kembali terjadi yang tempat kejadian duel tersebut diduga berada di hamparan persawahan yang berada di Ulu Kurawan Desa Sebilo, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Duel maut kali ini melibatkan 4 orang, yakni dua bersaudara yang bernama Dodi dan Joni yang merupakan petani warga Desa Padang Mumpo, Kecamatan Pino dengan dua orang petani yang merupakan ayah dan anak yakni bernama Kani sedangkan anaknya bernama Lin Pernando petani warga Desa Batu Kuning, Kecamatan Ulu Manna.

Kepala Desa Ganjuh Yayan Maryadi saat dihubungi media ini membenarkan, jika memang ada peristiwa berdarah di tempat kejadian tersebut. Kades menyebutkan, jika pihaknya hingga kini masih di lokasi kejadian.

Hanya saja, Kades mengaku jika kejadian tersebut bukan diwilayah Desanya, melainkan diwilayah hamparan sawah yang ada di Ulu Kurawan Desa Sebilo, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Penyebab perkelahian duel dua bersaudara versus dua beranak hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia ternyata diduga disebabkan oleh sengketa lahan persawahan,” tuturnya.

Yayan menambahkan, kedua belah pihak sama-sama mempertahankan pendapat masing-masing hingga berujung bentrok fisik hingga terjadi duel maut ditengah persawahan tersebut. (Rls/Ilh)