Globaltoday.id, Jakarta – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akan menyampaikan orasi politik di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (15/7).
Orasi dilakukan eks terpidana 8 tahun kasus korupsi Hambalang itu ia dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) dalam Munaslub yang berlangsung hari ini hingga Minggu.
Bendahara Umum PKN Mirwan Amir menjelaskan orasi antara lain menyinggung pembelaan Anas bahwa dia tidak menerima sepeser pun uang terkait kasus Hambalang.
“Kenapa kita acarakan di Monas? Ya selama ini Pak Anas dituduh bersalah soal Hambalang dan dia pernah menyatakan sepeser pun tidak mengambil harta itu dan dia berani untuk digantung di Monas,” kata Mirwan, kemarin.
Sedangkan Sekretaris Jenderal PKN Sri Mulyono menyatakan kasus Hambalang merupakan kriminalisasi terhadap Anas yang saat itu memimpin Partai Demokrat sebagai ketua umum.
Ia menyebutkan peran Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam penetapan tersangka Anas.
“Itu Pak SBY pidato dari Jeddah, memaksa KPK untuk menetapkan status hukum Anas, sehingga tiga hari setelah Pak SBY pidato, sprindik Anas bocor, KPK membocorkan sprindik Anas. Itulah yang membuat kami yakin bahwa Mas Anas dikriminalisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa apa yang akan dilakukan Anas tidak akan berpengaruh kepada partainya.
AHY menegaskan tidak khawatir dengan rencana orasi Anas yang bakal mengaitkan dengan Demokrat. “Nggak, sama sekali nggak. Bukan urusan kami juga, sama sekali tidak khawatir,” katanya, kemarin
Terpidana kasus korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sarana Olahraga di Hambalang, Bogor, Anas Urbaningrum telah bebas murni pada Senin (10/7) lalu.
Mantan Ketua Umum HMI itu kembali terjun ke politik. Para loyalisnya telah memberi mandat untuk memimpin PKN yang menjadi peserta Pemilu 2024 dengan nomor urut 9.***






