Harga Sawit Menurun, Petani dan Pengepul Mengeluh

Headline, Talo469 Dilihat

Talo, Globaltoday.id- Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit saat ini kembali menurun yang mengakibatkan para petani dan pengepul mengeluh.

Saat ini beberapa pengepul sawit yang memiliki RAM, hanya mampu mengambil Rp 1.800/kg, turun 150 rupiah per kilo dari sebelumnya yang sudah di atas 2000.

Dibenarkan Weka RAM yang berada di desa Tebat Sibun Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma dikonfirmasi tim media Rabu, (14/12/2022), harga TBS sawit terus turun.

‘“Seperti kemarin harga turun lagi 100 rupiah per kilogramnya. Jika harga sawit terus turun seperti ini, membuat para petani pusing. karena jelang Natal dan tahun baru 2023 ini harga kebutuhan naik. Sementara harga sawit sebagai andalan petani di Kecamatan Talo malah,”ujarnya.

Dikatakannya, harga TBS sawit menjelang Natal dan Tahun Baru 2023 kemungkinan akan turun lagi.

“Jika harga TBS turun lagi makan dampaknya kepada masyarakat khususnya petani sawit apalagi saat ini biaya seperti angkutan, biaya bongkor muat, dan pembayaran lansir buah, upah panen sangat besar, Sehingga masyarakat atau pun petani mengalami kerugian,”jelasnya.

Masyarakat mengharapkan kepada pemerintah maupun kepada perwakilan rakyat untuk menelusuri harga TBS sawit yang tidak tetap ini, agar perekonomian warga stabil.

“Sampai sekarang kami belum mengetahui penyebabnya memang beberapa minggu terakhir harga sawit di pabrik tidak menentu. Terkadang kami mendapatkan informasi bahwa harga sawit turun lagi sehingga membuat kami tidak berani untuk menampung buah sawit masyarakat terlalu banyak,”tutupnya.