Kemarau Panjang Mengintai, Bupati Lumajang Siapkan Strategi Air Bersih dan Waspada Kebakaran

Globaltoday.id, Lumajang, 12 April 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama dari biasanya. Menyikapi hal tersebut, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran.

Menurut Bupati, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada bulan Mei, dengan puncak kekeringan pada Agustus hingga September.

“Ini perlu menjadi perhatian bersama. Kemarau tahun ini diprediksi cukup panjang, sehingga kita harus siap sejak dini,” ujarnya.

Salah satu perhatian utama adalah potensi kebakaran, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng Gunung Semeru. Wilayah tersebut dinilai rawan mengalami kebakaran lahan saat kondisi kering berkepanjangan.

Selain itu, persoalan krisis air bersih juga menjadi fokus pemerintah daerah, terutama di wilayah Lumajang bagian utara yang selama ini kerap mengalami kesulitan air saat musim kemarau.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang tengah mengupayakan bantuan proyek pipanisasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan nilai sekitar Rp50 miliar.

Proyek tersebut rencananya akan difokuskan di Kecamatan Kedungjajang dengan sumber air berasal dari Mata Air Merutu. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang mengalami kesulitan akses air bersih.

“Semoga tahun ini bisa terealisasi. Ini sangat penting untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan kekeringan,” tambahnya.

Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Klakah dan Ranuyoso, pembangunan infrastruktur air bersih serupa direncanakan akan dilaksanakan pada tahun berikutnya.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah-langkah penghematan air serta menjaga lingkungan agar tetap aman selama musim kemarau berlangsung.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan dampak kemarau panjang dapat diminimalisir, serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *