Globaltoday.id, Lumajang – Sosok Abdul Rosyid belakangan jadi buah bibir di Desa Bago, Kecamatan Pasirian. Namanya muncul lantang di tengah polemik ujian tulis penjaringan dan penyaringan perangkat desa yang digelar Kamis (11/9/2025). Dengan suara tegas, ia mengajukan protes terhadap hasil seleksi yang dianggapnya tidak transparan.
Rosyid bukan wajah baru di dunia partisipasi masyarakat. Pria kelahiran Lumajang, 29 September 1990 ini, pernah menjadi anggota PPS Desa Selok Awar-Awar (2018–2019) dan bahkan dipercaya sebagai Ketua PPK Kecamatan Pasirian pada Pemilu 2023–2024. Dari pengalaman itulah ia mengaku terbiasa melihat bagaimana sebuah proses harus dijalankan dengan jujur, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Kini, Rosyid mencoba jalan baru: ikut seleksi perangkat desa. Ia mendaftar di formasi Kaur Perencanaan. Hasilnya, ia memperoleh nilai 96, hanya terpaut 1 poin dari nilai tertinggi, yakni 97. Namun, munculnya peserta dengan nilai sempurna (100) membuatnya merasa ada yang tidak wajar.
“Saya bukan tidak terima kalah. Tapi saya ingin keadilan. Saya minta mereka yang dapat nilai 100 itu coba kerjakan ulang soal, khususnya matematika, dengan cara yang benar, bukan perkiraan. Kalau hasilnya sama, saya akui mereka memang pintar,” ujar Rosyid kepada Globaltoday dengan nada serius.
Di balik sikap kritisnya, Rosyid adalah seorang wirausaha yang sehari-hari tinggal di Dusun Krajan 2, RT 01 RW 05 Desa Bago. Ia mengaku ikut seleksi bukan semata demi jabatan, tetapi ingin mengabdikan diri membangun desa.
“Saya cinta desa ini. Kalau terpilih jadi perangkat, saya ingin Bago lebih maju, pemerintahannya solid, dan masyarakatnya sejahtera,” ungkapnya.
Bagi sebagian warga, keberanian Rosyid menyuarakan protes adalah cermin kegelisahan banyak peserta yang berharap seleksi perangkat desa benar-benar fair. Sementara bagi Rosyid sendiri, perjuangannya adalah panggilan nurani.
“Saya hanya ingin proses yang jujur. Kalau dari awal bersih, siapa pun yang terpilih akan kami hormati bersama,” pungkasnya.
Kini, masyarakat menunggu langkah Pemerintah Desa Bago dan panitia untuk merespons desakan tersebut. Apakah ujian akan diulang atau hasil kemarin tetap disahkan, waktu yang akan menjawabnya. ( Dodik )






