Globaltoday.id, Bojonegoro, 28 Mei 2025 – Dalam beberapa hari ini cuaca di wilayah Kabupaten Bojonegoro selalu tampak mendung bahkan cenderung hujan deras. Kemungkinan ini salah satu penyebab Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro tidak melihat hilal.
Fakta ini setelah muncul press realase yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur bahwa 28 titik lokasi rukyatul hilal tidak nampak.
Dalam kondisi seperti ini terdapat beberapa langkah yang mesti dilakukan agar terdapat kepastian. Mengingat kepastian tanggal 1 Dzuhijjah menjadikan patokan dimana kegiatan puncak haji Arafah di mulai.
Adalah Inwanuddin salah seorang Lajnah Falakiyah NU Jawa Timur saat dikonfirmasi oleh awak media menjelaskan,” Ia, hampir seluruh lokasi rukyatul hilal di Jatim tidak terlihat sampai akhirnya keluar edaran dari Kanwil Kemenag Jatim,” jelasnya.
Ustadz di Pondok Salafiyah Pasuruan asli Gresik ini lebih lanjut menjelaskan.”Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tidak tampaknya hilal, salah satunya karena memang tertutup mendung. Jika dalam satu daerah tidak terlihat kita masih bisa menunggu informasi dari daerah lain, “jelasnya.
Setelah beberapa jam paska di realese oleh Kanwil Jatim informasi tentang hilal dilihat muncul dari Propinsi Ujung Barat Pulau Sumatera yakni Propinsi Aceh.
“Aceh terlihat, pemerintah memutuskan besuk (28 Mei 2025) awal Dzuhijjah 1446 H, ” Jawabnya via Whatsapps.
Informasi itu kemudian menjadi dasar keputusan awal Dzulhijjah. Dan diumumkan oleh Menteri Agama Prof. Nazarudin Umar dengan menetapkan 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025.
Kemudian jika tanggal 28 Mei 2026 sebagai awal Dzuhijjah maka sesuai perhitungan hari Raya Idhul Adha jatuh pada tanggal 6 Juni 2025.(luq)






