Gubernur Jatim Tinjau Tanggul Darurat Bondeli di Sumberwuluh Candipuro

Uncategorized359 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – 25 Mei 2025 – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja ke Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu (25/5) siang. Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau langsung kondisi terkini aliran Sungai Regoyo dan tanggul darurat di Dusun Bondeli yang sebelumnya sempat terdampak luapan sungai.

 

Seperti diketahui, curah hujan tinggi beberapa pekan lalu menyebabkan aliran Sungai Regoyo meluap dan menggerus tanggul penahan batas Dusun Bondeli. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi banjir susulan.

 

Bupati Lumajang Indah Amperawati bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Dinas Pengairan dan Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur untuk penanganan tanggul darurat. BPBD dan Dinas PU-PR Lumajang pun langsung diterjunkan guna melakukan langkah-langkah perbaikan.

 

“Kami tidak ingin menunggu sampai tanggul jebol. Karena itu langsung kami minta BPBD dan Dinas PU-PR Lumajang turun tangan memperbaiki,” ujar Bupati Indah saat mendampingi kunjungan Gubernur Khofifah.

 

Gubernur Khofifah tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, setelah menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang di Pendopo Kabupaten. Ia didampingi oleh Bupati Lumajang, jajaran BPBD, Dishub , Satpol PP serta tim dari PU-PR Kabupaten.

 

“Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa penanganan darurat terhadap potensi banjir sudah berjalan. Ini bagian dari kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi tanggul.

 

Kepala Dinas PU-PR Lumajang, Endah, menjelaskan bahwa saat ini progres pembangunan tanggul sudah memasuki tahap pembuatan pondasi untuk pemasangan bronjong. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengalihan arus sungai agar proses perbaikan berjalan lancar.

 

“Pondasi bronjong sedang dikerjakan, sementara aliran sungai kami alihkan untuk memperlancar proses penanganan darurat ini,” jelas Endah.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengimbau agar pengawasan terhadap kondisi sungai ditingkatkan, terutama di musim penghujan, untuk mencegah bencana yang lebih besar di kemudian hari. ( Dodik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *