Petugas PLN Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Lakukan Kebersihan Jaringan

Peristiwa, Seluma530 Dilihat

Seluma, Globaltoday id- Kecelakaan kerja dialami salah satu petugas PLN ULP Rayon Tais pada saat melakukan kebersihan jaringan. Kecelakaan kerja tersebut hingga mengakibatkan korban yang diketahui bernama Rudi Salam (42) warga RT 4 RW 2  Kelurahan Selebar, Kecamatan Seluma Timur,  meninggal dunia.

Kronologis kejadian tersebut telah terjadi pada Sabtu (11/2) siang, Sesuai dengan jadwal kebersihan jaringan. pada saat itu PLN ULP Rayon Tais membagi regu untuk membersihkan ranting dan cabang pohon yang dianggap kerap menyebabkan listrik padam. Korban pada saat itu bergabung dengan tim regu yang dikirim ke kawasan Tebing Penago Desa Bunut Tinggi, Kecamatan Talo. Untuk membersihkan ranting pohon dengan menggunakan egrek.

“Memang sesuai dengan jadwal hari ini, kami melakukan kebersihan jaringan dari ranting dan cabang pohon. Saat itu korban menggunakan egrek membersihkan pelepah sawit. Pas terpotong, pelepah itu jatuh ke jaringan kabel. Saat itu egreknya masih tersangkut pada pelepah sawit dan korban ikut tersengat listrik dari pipa fiber yang dipegangnya,”sampai Suprian Adi salah satu rekan korban.

Melihat kejadian tersebut, rekan korban langsung melakukan pertolongan terhadap korban. Korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Masmambang. Pada saat sampai di Puskesmas, korban langsung diberikan pertolongan medis. Korban sempat diberi infus dan diberi oksigen. Hanya saja nyawa korban tidak dapat diselamatkan lagi, lantaran mengalami luka bakar yang cukup serius.

Diketahui jika korban telah bekerja sebagai petugas PLN sudah selama 10 tahun. Jenazah almarhum kemudian dibawa ke rumah duka dengan menggunakan ambulance Puskesmas Masmambang. Sesampainya di rumah duka, jenazah almarhum disambut tangis histeris keluarga korban.

Rekan-rekan almarhum sembari menangis, menyesalkan kejadian ini. Karena setiap melakukan pembersihan jaringan ranting dan cabang pepohonan yang dianggap mengganggu jaringan listrik, kerap diminta ganti rugi oleh pemilik tanaman. Padahal listrik dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

“Inilah penanggungan kami bang, kapan mau kebersihan jaringan, pemilik tanaman malah meminta ganti rugi, kalau listrik sering padam kami inilah yang sering kena umpat caci, tolonglah kalau nanam tanaman itu jangan di bawah kabel,”ujar Dory rekan korban.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang masih kecil. Jenazah almarhum usai dilakukan fardhu kifayah, langsung dimakamkan di TPU Kelurahan Selebar meski diwarnai hujan badai. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *