Globaltoday.id, Lumajang – Ancaman serangan hama tikus yang mulai merusak lahan pertanian di Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, mendapat respons cepat dari Kelompok Tani (Poktan) Pancer Tirto II. Bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), para petani menggelar sosialisasi sekaligus praktik pengendalian hama sebagai langkah nyata untuk menyelamatkan produktivitas tanaman padi dan jagung.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua Poktan Pancer Tirto II, Suri, Selasa (21/7/2026), diikuti sekitar 30 anggota kelompok tani. Mereka mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik lapangan mengenai teknik pengendalian hama tikus yang efektif dan aman diterapkan di area persawahan.
Langkah ini dilakukan menyusul serangan hama yang telah berdampak pada sekitar 40 hektare lahan pertanian dari total hamparan seluas kurang lebih 50 hektare yang dikelola para petani di wilayah tersebut.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan cara meracik bahan pengendali hama, teknik penempatan umpan, hingga strategi pengendalian terpadu agar populasi tikus dapat ditekan sebelum menyebabkan kerusakan yang lebih luas.
Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Tempeh Tengah, Nanda Sinatrya, menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian hama sangat bergantung pada kekompakan seluruh petani.
“Pengendalian hama tikus tidak akan maksimal jika dilakukan sendiri-sendiri. Semua petani dalam satu hamparan harus bergerak bersama agar populasi tikus bisa ditekan secara efektif dan tanaman tetap terlindungi,” jelasnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut para petani memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai teknik pengendalian yang tepat sehingga mampu mengurangi risiko gagal panen akibat serangan hama.
Sementara itu, Ketua Poktan Pancer Tirto II, Suri, mengaku bersyukur seluruh anggota menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti sosialisasi hingga praktik di lapangan.
Menurutnya, menjaga hasil panen bukan hanya bergantung pada penggunaan metode yang tepat, tetapi juga pada semangat kebersamaan seluruh petani dalam menerapkannya secara serentak.
“Kami berharap seluruh anggota segera menerapkan ilmu yang diperoleh hari ini di lahan masing-masing. Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis serangan hama tikus dapat ditekan sehingga produksi padi dan jagung tetap terjaga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Poktan Pancer Tirto II bersama PPL terus memperkuat langkah preventif dalam menghadapi ancaman hama yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.
Kolaborasi antara penyuluh dan petani diharapkan mampu menjaga hasil panen, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di Desa Tempeh Tengah. Dengan pengendalian yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, ancaman hama tikus diharapkan tidak lagi menjadi hambatan besar bagi keberhasilan sektor pertanian di wilayah tersebut.
