Globaltoday.id, Lumajang – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lumajang dimanfaatkan sebagai momentum membangun karakter generasi muda yang cerdas di era digital. Selain beradaptasi dengan lingkungan sekolah, ribuan peserta didik baru juga mendapatkan pembekalan mengenai literasi digital untuk menghadapi berbagai ancaman di dunia maya, mulai dari hoaks hingga maraknya judi online.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang, edukasi literasi digital diberikan kepada siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK. Program ini hadir sebagai langkah preventif agar para pelajar mampu menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengatakan bahwa perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, namun juga menyimpan berbagai risiko yang harus dipahami sejak dini oleh para pelajar.
> “Anak-anak saat ini merupakan generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan memilah informasi, menjaga data pribadi, memahami etika bermedia sosial, sekaligus mengenali berbagai ancaman di internet, termasuk judi online,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan literasi digital menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan, kreativitas, dan pengembangan diri, bukan justru terjerumus pada aktivitas yang merugikan.
Antusiasme sekolah terhadap program tersebut juga cukup tinggi. Sejumlah sekolah di Lumajang mengajukan permohonan kepada Diskominfo untuk menghadirkan narasumber dalam kegiatan MPLS. Materi yang diberikan meliputi etika penggunaan media sosial, perlindungan data pribadi, bahaya jejak digital, cara mengenali informasi palsu, hingga kewaspadaan terhadap kejahatan siber.
Saat menjadi pemateri di SMA Negeri 3 Lumajang, Selasa (14/7/2026), Pranata Humas Ahli Pertama Diskominfo Lumajang, Hendri Setiawan, memberikan perhatian khusus terhadap meningkatnya ancaman judi online yang kini banyak menyasar kalangan remaja melalui berbagai platform digital.
Ia mengingatkan bahwa judi online bukan hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecanduan, mengganggu kesehatan mental, menurunkan prestasi belajar, hingga merusak masa depan generasi muda.
> “Judi online memang dirancang agar pemain terus kembali bermain. Karena itu, pelajar harus memahami bahwa tidak semua yang ada di internet membawa manfaat. Ada banyak risiko yang harus diwaspadai agar tidak menjadi korban,” tegas Hendri.
Sementara itu, dalam kegiatan serupa di SMK PGRI Lumajang, Pranata Humas Diskominfo, Yongky Dwi Cahyadi, mengajak para siswa menjadi pengguna media sosial yang kritis dan bertanggung jawab.
Menurutnya, derasnya arus informasi menuntut setiap pengguna internet untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi.
> “Media sosial merupakan ruang publik. Setiap unggahan akan meninggalkan jejak digital yang dapat berdampak bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, biasakan mengecek kebenaran informasi sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks,” jelas Yongky.
Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap pembekalan literasi digital sejak awal tahun ajaran mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghadapi tantangan dunia digital.
Dengan bekal tersebut, para pelajar diharapkan mampu menjadikan internet sebagai sarana belajar, berkarya, dan berinovasi, sekaligus menjadi agen perubahan yang turut menciptakan ruang digital yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari berbagai aktivitas negatif.
