Globaltoday.id, Lumajang — Suasana haru menyelimuti Pantai Bambang, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, pada Kamis pagi ( 3/04/2026 ). Di tengah debur ombak dan hamparan pasir yang sempat dipenuhi sampah, ratusan orang dari berbagai unsur tumpah ruah dalam satu tujuan: mengembalikan keindahan pantai sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi lingkungan.
Kegiatan kerja bakti atau korvei ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kepedulian bersama terhadap persoalan sampah yang kian mendesak. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Surat Edaran Bupati Nomor 100.3.4.2/114/427.4/2026 tentang pelaksanaan kerja bakti (korvei) rutin dan pelaporan pengelolaan sampah, yang dikomandani oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Sejak pagi, jajaran Forkopimda yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lumajang, bersama Kapolres dan Wakapolres beserta anggota, Kodim 0821 dan Dandim beserta jajaran, Yonif 527, Asisten Ekbang, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, hingga Forkopimca Kecamatan Pasirian turut hadir dan berbaur tanpa sekat. Camat Pasirian bersama jajarannya, Danramil dan anggota, Kapolsek beserta personel, Pemerintah Desa Bago yang dipimpin Kepala Desa, perangkat desa, kader posyandu, Satlinmas, LPHD, hingga masyarakat setempat bergandengan tangan memungut sampah demi sampah.
Pemandangan yang sebelumnya memprihatinkan—pantai yang dipenuhi limbah pengunjung yang membludak saat lebaran ketupat dan kayu-kayu berserakan—perlahan berubah menjadi simbol kebangkitan kesadaran kolektif. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Lumajang saat Lebaran Ketupat pekan lalu, di mana beliau menyaksikan langsung kondisi Pantai Bambang yang memerlukan perhatian serius.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Aji Kusuma, menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditunda penyelesaiannya.
“Korvei ini bukan hanya soal membersihkan, tapi soal membangun kesadaran. Kita ingin masyarakat tidak lagi sekadar mengumpulkan dan membuang sampah ke TPA, tetapi mampu mengelolanya menjadi sesuatu yang bernilai. Sampah harus selesai di desa, hanya residu yang benar-benar tidak bisa diolah yang boleh dibuang ke TPA,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, menciptakan nilai tambah (value added) yang berkelanjutan.
Air mata haru tampak di wajah beberapa warga yang ikut serta. Mereka menyadari bahwa apa yang dilakukan hari ini bukan hanya untuk kebersihan semata, melainkan warisan bagi generasi mendatang. Pantai Bambang bukan lagi sekadar tempat wisata, tetapi simbol perjuangan bersama melawan persoalan lingkungan.
Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, harapan besar pun tumbuh: Lumajang yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih berdaya dari desa.






