Globaltoday.id, Lumajang – Suasana libur Lebaran Ketupat yang biasanya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi duka. Dalam satu hari, dua peristiwa tragis terjadi di kawasan pantai selatan Jawa yang melibatkan wisatawan di wilayah Lumajang dan Jember.
Peristiwa pertama terjadi di kawasan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. Seorang anak bernama Vardan Afqani (15), pelajar kelas III SMPN 2 asal Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus laut selatan saat berwisata bersama keluarganya.
Awalnya korban bersama rombongan keluarga besar yang berjumlah sekitar 20 orang menggunakan dua kendaraan berkunjung ke Pantai Watu Pecak di Desa Selok Awar-Awar. Setelah tiba di lokasi ternyata pengunjung sanget ramai dan tidak ada lagi tempat parkir, sehingga rombongan memutuskan melanjutkan perjalanan menuju arah timur.
Mereka kemudian berhenti untuk beristirahat di sebuah gubuk kosong yang berada di pinggir jalur lintas selatan, tidak jauh dari kawasan Pantai Paseban.
Di sela-sela waktu istirahat tersebut, korban bersama dua rekannya, Yanto (15) dan Budi (15), berjalan menuju muara Sungai Bondoyudo yang berada sekitar 50 meter dari lokasi rombongan.
Tanpa disadari, ketiganya kemudian mandi di kawasan muara tersebut. Saat itu kondisi air laut diketahui sedang pasang dan arus cukup kuat hingga menyeret tubuh korban.
“Awalnya mereka mandi di muara. Tiba-tiba air pasang dan arusnya kuat, korban langsung terseret dan tenggelam,” ungkap seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Kedua temannya sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat mereka kewalahan. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada keluarga korban yang segera meneruskannya kepada petugas yang berjaga di kawasan Pantai Paseban.
Mendapatkan laporan tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Operasi pencarian dipimpin oleh Kapolsek Kencong AKP Sunarto bersama unsur TNI, relawan BPBD, tenaga kesehatan dari Puskesmas Kencong, serta tim SAR setempat.
Petugas melakukan berbagai langkah penanganan mulai dari mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, hingga berkoordinasi dengan keluarga korban serta tim SAR.
Namun hingga Sabtu malam, proses pencarian belum membuahkan hasil. Kondisi arus laut yang kuat memaksa tim gabungan menghentikan sementara operasi pencarian demi keselamatan petugas.
“Pencarian dihentikan sementara karena kondisi laut tidak memungkinkan. Operasi akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya,” ujar AKP Sunarto.
Di hari yang sama, tragedi kedua juga terjadi di wilayah Lumajang. Seorang wisatawan dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat berada di kawasan Pantai Bambang, Kecamatan Pasirian.
Dua peristiwa tragis tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan pantai selatan Jawa memiliki karakter ombak besar, arus kuat, serta kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat.
Pantai-pantai di wilayah ini, termasuk kawasan Paseban, memang dikenal memiliki arus balik dan gelombang tinggi yang berbahaya bagi pengunjung yang tidak memahami kondisi laut.
Sejumlah kejadian serupa bahkan kerap terjadi setiap musim liburan, ketika jumlah wisatawan meningkat drastis.
Petugas pun kembali mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berwisata di kawasan pantai, terutama di laut selatan.
“Kami mengingatkan pengunjung untuk tidak mandi terlalu ke tengah, apalagi di area muara sungai. Perhatikan kondisi cuaca dan patuhi semua peringatan dari petugas demi keselamatan bersama,” tegas petugas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus tetap diutamakan saat menikmati liburan, agar momen kebersamaan tidak berubah menjadi tragedi.






