Globaltoday.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala Bidang Operasional BGN, Sony Sonjaya, memaparkan secara terbuka komponen biaya per porsi MBG serta mekanisme pembayaran kepada mitra pelaksana.
Dalam penjelasannya, Sony menyebut bahwa rincian anggaran yang selama ini menjadi perhatian publik telah dijabarkan secara detail, mulai dari pembelian bahan pangan, operasional dapur, distribusi makanan, hingga dukungan tenaga kerja.
“Transparansi adalah kunci. Setiap rupiah yang digunakan dalam program ini dikelola melalui mekanisme yang jelas, terverifikasi, dan diawasi secara berlapis,” ujarnya.
Menurutnya, sistem pembayaran kepada mitra dilakukan melalui prosedur yang terdokumentasi dan dapat diaudit. Hal ini untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara.
BGN menekankan bahwa MBG tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga untuk menjamin tata kelola yang aman, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
Proses pengelolaan anggaran, lanjut Sony, dilakukan secara terstruktur dengan sistem verifikasi sebelum pencairan dana kepada mitra pelaksana. Pengawasan internal maupun eksternal turut dilibatkan guna menjaga kredibilitas program.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas nasional dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam menekan angka kekurangan gizi dan stunting.
BGN menegaskan bahwa prinsip pelaksanaan MBG berpegang pada tiga pilar utama, yakni transparan, terukur, dan bertanggung jawab. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap program ini tidak hanya berdampak pada perbaikan gizi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara.






