Globaltoday.id, Lumajang, 10 Januari 2026 — Kebudayaan Indonesia kembali mendapat perhatian istimewa di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara Keris Goes to Campus yang digelar di Lumajang, kebudayaan Indonesia — khususnya warisan keris — diposisikan tidak hanya sebagai artefak sejarah, tetapi juga sebagai identitas jati diri bangsa, modal sosial kemasyarakatan, dan kekuatan soft power diplomasi internasional.
Acara yang berlangsung bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Yayasan Pati Nambi dan Universitas Lumajang (UNILU) itu turut menghadirkan sambutan dari Empu Basuki, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Empu Basuki menegaskan peran strategis kebudayaan dalam pembangunan nasional.
“Di masa pemerintahan Presiden Prabowo, pembentukan Kementerian Kebudayaan merupakan bukti bahwa negara menjadikan kebudayaan sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi sumber inspirasi untuk memperkuat identitas budaya, mendorong ekonomi kreatif, pariwisata budaya, bahkan menjadi alat diplomasi global yang efektif,” ujar Empu Basuki di hadapan riatusan peserta, Minggu (10/1/2026).
Keris: Warisan Nusantara yang Mendunia
Lebih jauh dalam sambutannya, Empu Basuki mengangkat kisah keris sebagai contoh kultur Nusantara yang telah mendapatkan pengakuan dunia. UNESCO pernah menetapkan keris sebagai Warisan Budaya Takbenda yang mencerminkan kemampuan artistik dan filosofi tinggi masyarakat Indonesia.
“Keris adalah masterpiece — karya besar pada zamannya. Tanpa bantuan alat modern, keris dibuat dengan teknik tinggi dan bahan berkualitas, menyimpan nilai-nilai filosofis yang mendalam. Itulah sebabnya masyarakat Eropa dan dunia sangat mengagumi serta menghormati keris,” jelasnya.
Nilai filosofis keris mencakup keterhubungan antara manusia dengan alam, spiritualitas, serta tanggung jawab sosial. Bagi Empu Basuki, memahami filosofi keris sama dengan memahami jati diri bangsa Indonesia yang plural namun bersatu dalam nilai kebersamaan dan kemanusiaan.
Penguatan Pendidikan Budaya Melalui Kolaborasi
Acara tersebut menjadi momentum penting karena sekaligus menjadi ajang penguatan sinergi antara komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan institusi formal pendidikan tinggi. Kerja sama antara Yayasan Pati Nambi dan UNILU dalam MoU mencakup pengembangan program edukasi budaya, penelitian perkerisan, serta pelibatan generasi muda dalam upaya pelestarian.
Rektor UNILU, Dr. Sudjatmiko, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa integrasi nilai-nilai budaya dalam kurikulum dan riset akan memperluas pemahaman generasi muda terhadap warisan budaya Nusantara.
Kebudayaan untuk Ekonomi dan Pariwisata
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pelestarian kebudayaan dapat menjadi pendorong sektor ekonomi. Dengan pengembangan *creative cultural industries*, pariwisata budaya, serta program sertifikasi keahlian seperti yang diinisiasi LSP Perkerisan Indonesia, kebudayaan berpotensi memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah.
Empu Basuki menutup sambutannya dengan ajakan agar kebudayaan terus hidup dan berkembang bersama pendidikan:
“Kebudayaan adalah landasan kuat yang menghubungkan kita dengan akar sejarah, memperkuat rasa kebangsaan, serta membuka peluang untuk tumbuh bersama sebagai bangsa yang dihormati dunia — melalui kerjasama, pemahaman, dan pengembangan inovatif,” tutupnya.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pelestarian kebudayaan dapat menjadi pendorong sektor ekonomi. Dengan pengembangan *creative cultural industries*, pariwisata budaya, serta program sertifikasi keahlian seperti yang diinisiasi LSP Perkerisan Indonesia, kebudayaan berpotensi memberi dampak ekonomi nyata bagi daerah.
Empu Basuki menutup sambutannya dengan ajakan agar kebudayaan terus hidup dan berkembang bersama pendidikan:
“Kebudayaan adalah landasan kuat yang menghubungkan kita dengan akar sejarah, memperkuat rasa kebangsaan, serta membuka peluang untuk tumbuh bersama sebagai bangsa yang dihormati dunia — melalui kerjasama, pemahaman, dan pengembangan inovatif,” tutupnya.






