Monggo Mlampah Mawon” Menggema di Lumajang: Jalan Santai Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi Huntap Semeru

Jawa Timur, Lumajang149 Dilihat

Hlobaltoday.id, Lumajang — Sebuah gebrakan baru hadir di Lumajang. Bukan festival besar atau program berskala nasional, melainkan sebuah gerakan sederhana yang justru punya dampak sosial yang luas: “Monggo Mlampah Mawon”. ajakan berjalan kaki yang digagas keluarga besar Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada),

Program ini lahir sebagai wujud kepedulian atas mandeknya aktivitas perekonomian di kawasan hunian tetap (huntap) penyintas erupsi Gunung Semeru. Dari 1.800 rumah yang disiapkan pemerintah, hanya sekitar 600 yang benar-benar ditempati. Banyak warga memilih kembali ke tempat asal—meski masuk zona rawan—karena pekerjaan mereka masih berada di wilayah lama, seperti pertanian dan penambangan.

Melihat realitas tersebut, Kagama mencoba membangun energi positif baru melalui langkah kecil: menggerakkan warga untuk berjalan bersama, membangun kebersamaan, dan membangkitkan kembali aktivitas sosial-ekonomi di huntap.

“Gerakan ini sederhana, tetapi maknanya dalam. Kami ingin membuka mata bahwa huntap punya potensi besar menjadi pusat ekonomi baru,” ujar Ari Murcono, M.Si,   perwakilan Kagama Lumajang.

Untuk menguatkan gagasan tersebut, Kagama berkolaborasi dengan komunitas Urip Urup, alumni STPDN, Institut Teknologi dan Bisnis Widyagama,   perangkat desa, serta Muspika Candipuro. Sinergi ini sebelumnya telah membuahkan hasil berupa Pasar Komunitas Keluarga Baru,  sebuah pasar berbasis pemberdayaan masyarakat huntap. Namun, pasar ini masih perlu ditopang kegiatan lain agar perputaran ekonomi semakin hidup.

Peluncuran gerakan “Monggo Mlampah Mawon” ditandai dengan **jalan sehat** yang diikuti ratusan warga. Mulai dari perangkat desa, komunitas lokal, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum berbaur dalam suasana kebersamaan. Setelah itu, peserta mengikuti jagong gayeng untuk menggali potensi dan menyusun program lanjutan.

Beberapa agenda yang akan dilaksanakan antara lain:

* pendampingan dan penguatan UMKM,

* diskusi pengembangan kawasan secara terpadu,

* rintisan sport tourism di huntap,

* hingga pembangunan Pasar Desa Keluarga Baru berbasis kegiatan komunitas.

Kagama berharap gerakan ini menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang antara komunitas, alumni perguruan tinggi, pemerintah, dan warga.

“Ini bukan hanya olahraga. Ini gotong royong versi baru. Kami ingin membantu huntap menjadi ruang hidup yang mandiri dan berkembang,” tegas Ari.

Dengan semangat melangkah bersama, gerakan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut ekonomi huntap dan mengajak warga melihat masa depan baru yang lebih aman serta berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *