BINTANG RAIDER MELAJU MENJADI JUARA: KERAPAN SAPI SELOK ANYAR 2025 CETAK SEJARAH BARU DI PARTAI FINAL

Jawa Timur, Lumajang231 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang — Suasana Lapangan Kerapan Sapi Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, kembali pecah oleh sorak-sorai penonton pada Minggu (15/11/2025). Setelah dua hari penuh aksi tarik menarik dan derap langkah sapi yang membelah lintasan, gelaran budaya khas Madura ini akhirnya mencapai puncaknya. Ratusan pasangan sapi yang sejak kemarin berlomba memperebutkan gelar terbaik kini menyisakan para finalis untuk saling adu kecepatan di babak penentuan.

Dalam kategori Galatama (pemula), kejutan besar datang dari sapi Bintang Raider, yang berhasil menorehkan catatan waktu luar biasa yakni 18,01 detik pada lintasan sepanjang sekitar 210 meter. Prestasi ini semakin memukau karena Bintang Raider baru pertama kali tampil dalam ajang kerapan sapi, namun langsung berhasil menyabet gelar juara satu.

Sosok joki muda berbakat, Saiful, menjadi kunci keberhasilan Bintang Raider. Kepiawaiannya sebagai joki dibuktikan dengan kontrol dan keseimbangan tinggi saat memacu sapi di atas lintasan. Nama Saiful kembali menguat sebagai salah satu joki muda paling potensial di Lumajang.

Yang tak kalah menarik, Bintang Raider merupakan sapi milik Danramil Pasirian, Kapten Infanteri Busron. Usai pengumuman pemenang, Kapten Busron menyampaikan rasa bangga dan harunya kepada awak media.

“Saya bangga sekali. Ini kerja keras seluruh tim. Yang paling menentukan memang joki. Mau sapinya sebagus apa, kalau jokinya kurang pengalaman ya bisa kalah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapten Busron menegaskan bahwa keterlibatannya dalam event ini bukan sekadar soal kompetisi. Ia ingin terlibat aktif dalam menjaga tradisi luhur masyarakat Madura agar tidak terkikis modernisasi.

“Saya hanya ingin melestarikan budaya asli Madura di tengah derasnya arus teknologi. Selain itu, saya ingin menambah komunitas yang bisa saling menguatkan dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Hadiah itu nomor sekian, yang penting budaya kita tetap hidup,” tegasnya.

Kapten Busron juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Lumajang dapat menjadikan kerapan sapi di Selok Anyar sebagai agenda tahunan (annual event) yang dapat memperebutkan Piala Bupati sebagai simbol prestise sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya.

Antusiasme Tinggi, Bukti Tradisi Tak Pernah Padam

Kerapan sapi Selok Anyar tahun ini kembali menunjukkan bahwa budaya Madura tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi area lapangan sejak hari pertama hingga final, menciptakan atmosfer meriah dan penuh energi. Sorak penonton, suara derap lari sapi, dan semangat para tim pendukung menciptakan nuansa yang sulit ditemukan pada kegiatan lainnya.

Para pedagang kuliner, penjual aksesoris sapi, hingga bengkel peralatan kerapan juga ikut merasakan berkah ekonomi dari event ini. Tradisi ini bukan hanya adu kecepatan sapi, tetapi juga pertunjukan budaya, kebanggaan daerah, dan sumber ekonomi masyarakat lokal.

Dengan munculnya bintang baru seperti Bintang Raider, serta dukungan penuh dari tokoh-tokoh masyarakat termasuk Danramil Busron, kerapan sapi di Selok Anyar berpotensi menjadi ikon wisata budaya tahunan yang lebih besar di masa mendatang.

Kerapan sapi bukan sekadar perlombaan — ini adalah napas budaya, harga diri masyarakat Madura, dan perekat harmoni warga Lumajang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *