Camat Pasirian Turun Tangan Selesaikan Kisruh Seleksi Perangkat Desa Bago

Jawa Timur, Lumajang673 Dilihat

Globaltoday.id, Lumajang – Kisruh ujian tulis penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, akhirnya membuat Camat Pasirian, Trikondo, turun tangan.

Ketegangan antara peserta dengan panitia dan panwascam terjadi cukup lama pasca-koreksi bersama ujian tulis yang diikuti 34 peserta untuk empat formasi: Sekretaris Desa, Kaur Perencanaan, Kaur Keuangan, dan Kaur Pemerintahan. Persoalan mencuat lantaran adanya peserta yang meraih nilai sempurna (100), sehingga memicu protes keras dari peserta lain yang menilai proses seleksi tidak fair.

Ketegangan semakin memanas karena peserta menemukan adanya soal ujian yang ditandai dengan titik-titik pada pilihan jawaban. Meskipun panitia membantah adanya kecurangan, protes tetap bergulir. Situasi itu membuat suasana di Balai Desa Bago memanas hingga sore hari tanpa keputusan siapa yang lolos seleksi.

Melihat kebuntuan tersebut, Camat Pasirian Trikondo langsung turun tangan memimpin mediasi antara panitia, panwascam, kepala desa, dan perwakilan peserta. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa diputuskan sepihak dan harus dikonsultasikan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Lumajang.

“Karena ada perbedaan pendapat dan keberatan dari peserta, maka demi keadilan dan transparansi, hasil ujian ini akan kami koordinasikan terlebih dahulu ke DPMDes. Keputusan final bukan di sini, tapi di kabupaten,” tegas Trikondo di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan agar semua pihak menjaga kondusivitas desa dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu benar.

“Yang paling penting adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai seleksi perangkat desa ini justru menimbulkan perpecahan di tengah warga. Mari kita serahkan proses ini sesuai aturan agar hasilnya legitimate,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah peserta, termasuk Rosyid, tetap menuntut agar ujian diulang karena sejak awal dinilai bermasalah, mulai dari administrasi pendaftaran hingga dugaan rekayasa soal ujian.

“Kami ingin ada kejelasan. Kalau dari awal sudah cacat, lebih baik diulang. Itu permintaan kami,” ujar Rosyid.

Hingga berita ini diturunkan, keputusan akhir siapa yang berhak lolos seleksi perangkat Desa Bago masih menunggu hasil koordinasi antara kecamatan, panwascam, dan DPMDes Kabupaten Lumajang. ( Dodik )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *