Globaltoday.id, Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus mendorong potensi gastronomi lokal agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Inovasi Kuliner dan Barista yang digelar di Saujana Cafe and Resto, Rabu (27/8/2025).
Pelatihan ini mengangkat bahan pangan khas Lumajang, seperti krecek rebung, susu kambing Etawa Senduro, hingga pisang Kirana Mas, sebagai bintang utama. Seluruh bahan itu diracik menjadi menu kreasi modern yang tetap mempertahankan cita rasa khas daerah.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa kreasi berbasis bahan lokal dapat dengan mudah diterapkan di berbagai lini, mulai restoran, hotel, kafe, hingga dapur rumah tangga.
“Kekuatan inovasi lokal ini bukan hanya soal rasa, tapi juga mempertegas identitas Lumajang di kancah nasional dan global,” ujarnya.
Potensi ekonomi dari bahan-bahan lokal itu pun tidak main-main. Krecek rebung, misalnya, sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dengan nilai jual mencapai Rp100.000 per kilogram. Produk ini memberi peluang besar bagi petani bambu.
Sementara susu kambing Etawa Senduro diolah menjadi beragam produk bernilai tambah seperti keju dan yoghurt, membuka ruang usaha baru bagi para peternak. Adapun pisang Kirana Mas telah sukses masuk pasar ekspor ke Tiongkok dan Eropa dengan sertifikasi Global GAP, standar kualitas produk pertanian dunia.
Kepala Dinas Pariwisata Lumajang, Yuli Harismawati, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan keterampilan, melainkan strategi pengembangan ekonomi kreatif sekaligus promosi budaya.
“Ini adalah cara kita mengangkat UMKM, memperkuat ketahanan ekonomi desa, dan memperluas jaringan Lumajang di mata dunia,” ungkapnya.
Melalui langkah strategis ini, Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya bahwa kuliner bukan hanya urusan dapur, tetapi juga jembatan menuju kesejahteraan masyarakat dan pengakuan global. ( Dodik )
