Globaltoday.id, Lumajang – Sebanyak 45 instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Berbasis Dunia Kerja (Industri) yang diselenggarakan oleh BBPPMPV BOE. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi para instruktur agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri (link and match), sejalan dengan kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi oleh Kemendikbudristek.
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kepala BBPPMPV BOE, Dr. I. Gusti Made Ardana, S.Pd., MT, bertempat di Aula tanggal 4 Agustus 2025, dan berlangsung selama 60 JP (Jam Pelajaran), terdiri dari sesi daring, luring, hingga praktik magang di industri mitra seperti PT. Roda Sakti Suryaraya, Bengkel Honda Maju Motor, dan Bengkel Yamaha Raden Motor. Adapun tiga program pelatihan unggulan meliputi perawatan sepeda motor listrik, perawatan EMS mobil, dan teknik otomotif.
Kegiatan ini mencakup pembelajaran struktur materi, penguatan karakter, pemahaman kurikulum berbasis industri, hingga pengembangan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Para peserta juga dilatih mengintegrasikan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif.
Salah satu sorotan penting dari pelatihan ini adalah kegiatan magang industri dan sertifikasi, di mana para instruktur akan mengaplikasikan keterampilan mereka langsung di dunia kerja nyata, sebagai bentuk implementasi nyata dari pembelajaran berbasis dunia industri.
Dengan pelatihan ini, diharapkan lulusan LKP dapat memiliki daya saing tinggi dan benar-benar siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan dunia industri sangat penting dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten menuju Indonesia Emas 2045.
( Dodik )






