Bupati Mantu”, Gagasan Unik HAB Kemenag Bojonegoro 2026

Jawa Timur, Lumajang556 Dilihat

Globaltoday.id, Bojonegoro. 31 Juli 2025 – Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia baru akan digelar pada Januari 2026, sekitar empat bulan lagi jika dihitung sejak Agustus ini. Meski waktu pelaksanaannya masih cukup lama, berbagai ide kreatif mulai bermunculan untuk menyemarakkan peringatan tersebut. Salah satu gagasan menarik datang dari Bojonegoro: pernikahan massal bertajuk “Bupati Mantu”.

Wacana ini diungkapkan oleh H. Sun’an, Kasi Bimas Islam Kemenag Bojonegoro, saat melakukan kegiatan supervisi dan monitoring di KUA Kecamatan Gayam.

“Memang pelaksanaan HAB masih beberapa bulan lagi, tapi kami ingin mempersiapkan sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah pernikahan massal yang kami beri tema ‘Bupati Mantu’,” jelasnya.

Gagasan ini, menurut H. Sun’an, merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat merasakan langsung pelayanan terbaik dari pemerintah, khususnya dalam hal pencatatan pernikahan secara legal dan berbiaya ringan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa semangat kekeluargaan di lingkungan Kemenag menjadi dasar munculnya ide ini. Bagi Bimas Islam Bojonegoro, hubungan antarpegawai bukan sekadar hubungan formal antara atasan dan bawahan, melainkan bagian dari satu keluarga besar. Prinsip kesetiakawanan dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan korps, sebagaimana tercantum dalam kode etik Kemenag, menjadi pijakan dalam membangun program yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah menjadi jembatan bagi pegawai yang masih lajang untuk menemukan pasangan hidup. Bahkan, H. Sun’an menargetkan agar setiap KUA dapat mendaftarkan minimal dua pasangan calon pengantin. Jika seluruh 28 KUA di Bojonegoro terlibat, maka akan terkumpul sekitar 56 pasangan yang siap dinikahkan dalam momen istimewa tersebut.

Menariknya, gagasan ini mendapatkan momentum ketika H. Sun’an menemukan dua pegawai CASN yang masih berstatus lajang di KUA Gayam. Keduanya berasal dari daerah berbeda—yang pria dari Jombang dan yang wanita dari Purwosari, Bojonegoro.

“Wah, ini bisa jadi percontohan program perjodohan antarpegawai,” ujarnya sambil berkelakar.

Keduanya dianggap cocok karena sama-sama berstatus CASN, memiliki pekerjaan tetap, serta prospek masa depan yang cerah.

Maka tak heran jika banyak pihak mendukung, termasuk Hj. Suparmi, staf dari Bimas Islam yang turut dalam supervisi tersebut.

“Saya doakan semoga mereka berjodoh. Kalau bisa menikah, si laki-laki tidak perlu jauh-jauh mencari pasangan, dan rumah tangga mereka bisa dibangun dekat dengan tempat kerja,” ucapnya penuh antusias.

Meski hanya tersenyum malu saat disinggung, kedua pegawai ini tetap menjadi inspirasi tersendiri. Candaan yang dilontarkan justru membuka ruang harapan akan terwujudnya gagasan besar ini.

Di penghujung kegiatan, Kasi Bimas Islam berharap seluruh elemen mendukung penuh pelaksanaan program “Bupati Mantu” sebagai bagian dari perayaan HAB 2026.

“meskipun masih wacana Kami berharap program ini bisa direalisasikan, karena pada dasarnya kegiatan seperti ini adalah bagian dari tugas Kementerian Agama bersama pemerintah setemapat dalam memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat, kami masih perlu komunikasi dengan Pak Bupati dan Kepala Kemenag pungkasnya.(luqman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *