Globaltoday.id, Yogyakarta, 9 Juli 2025 – Malioboro, ikon pariwisata Yogyakarta, kembali menunjukkan pesonanya di musim liburan sekolah. Meski malam mulai larut, suasana justru semakin ramai. Jalanan yang dipenuhi lampu hias, derap langkah wisatawan, dan alunan musik jalanan menjadi gambaran khas bahwa kawasan ini tak pernah benar-benar tidur.
Sejak sore, para pekerja seni mulai menggelar pertunjukan. Mulai dari musisi akustik, pelukis sketsa wajah, hingga seniman tari tradisional tampil menghiasi trotoar Malioboro. Semuanya menyatu dalam atmosfer yang hangat dan penuh semangat khas Jogja.
Pengunjung datang dari berbagai penjuru Nusantara. Tak hanya wisatawan domestik, turis mancanegara juga turut memadati area ini. Salah satunya adalah Steve, wisatawan asal Kanada, yang sempat diwawancarai oleh awak media Globaltoday ( 8/7/2025 ).
“The atmosphere is so lovely. I’m really enjoying the night here. It’s crowded, yet it still feels safe and comfortable. I even took a ride on an andong earlier – it was an amazing experience!” (“Suasananya sangat hidup. Saya sangat menikmati malam di sini. Ramai, tapi tetap terasa aman dan nyaman. Tadi saya juga sempat naik andong, itu pengalaman yang luar biasa!”) ujar Steve dengan mata berbinar.
Andong, kendaraan tradisional khas Yogyakarta, masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sutoyo, salah satu kusir andong yang ditemui di sepanjang Malioboro, mengaku penghasilannya meningkat signifikan saat musim liburan tiba.
“Kalau musim liburan seperti sekarang, alhamdulillah ramai. Banyak yang naik andong, terutama wisatawan dari luar daerah dan turis asing,” tutur Sutoyo sembari tersenyum ramah.
Malioboro memang bukan sekadar jalan, tetapi ruang hidup budaya dan pariwisata yang melekat kuat di hati siapa saja yang singgah. Semakin malam, denting suara pengamen, derap andong, dan tawa wisatawan menjadi nyanyian khas yang menegaskan: Malioboro, tak pernah sepi. ( Dodik )






