Breaking News: Kabasarnas Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap Oleh KPK, Berikut Kekayaan Kabasarnas

Headline, Hukum, Jakarta612 Dilihat

Jakarta, Globaltoday.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia (Kabasarnas RI) periode 2021-2023 Marsekal Madya (Marsdya) TNI Henri Alfiandi (HA) sebagai tersangka dugaan suap.

Henri diduga menerima aliran suap sebesar Rp 999,7 juta atau nyaris Rp 1 Milyar terkait pengadaan barang dan jasa dilingkungan Basarnas RI tahun Anggaran Tahun 2021-2023.

Sekedar Informasi, Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengkonfirmasi bahwa nilai kontrak pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan itu senilai Rp 9.997.104.000.

Berdasarkan hasil penelusuran disitus Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pengadaan tersebut terdaftar dengan kode lelang 3317469 dan Kontrak tersebut dimenangkan oleh PT Intertekno Grafika Sejati yang beralamat di Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, perkara ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 10 orang di Jakarta dan Bekasi pada Selasa, (25/7/2023). Setelah dilakukan penyidikan, akhirnya KPK menetapkan lima orang tersangka yang mana salah satunya adalah Kabasarnas.

“KPK kemudian menemukan kecukupan alat bukti mengenai adanya dugaan perbuatan pidana lain dan ditindaklanjuti ke tahap penyidikan dengan menetapkan dan mengumumkan tersangka,” kata Alex dalam konferensi pers di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan Rabu, (26/7/2023) kemarin.

Selain Henri, KPK juga menetapkan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas RI, Letkol Adm Afri Budi Cahyanto sebagai tersangka. KPK juga menetapkan tiga orang dari pihak swasta atau sipil sebagai tersangka yaitu M.G Komisaris Utama PT MGJS, M.R Direktur Utama PT IGK, dan R.A Direktur Utama PT KAU.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, diduga terdapat pembagian fee dari nilai proyek dalam pengadaan alat Basarnas tersebut,“Besaran fee yang diterima yaitu sebesar 10 persen dari nilai kontrak proyek,” ujar Firli.

Henri memiliki kekayaan sebesar Rp 10,9 Milyar, itu sudah termasuk pesawat terbang jenis Zenith 750 STOL Tahun 2019.

Berikut rinciannya:

~ Tanah dan Bangunan Rp. 4.820.000.000

-> Tanah Seluas 476 m2 di Kab/Kota Pekanbaru, Hasil sendiri Rp. 170.000.000

-> Tanah Seluas 469 m2 di Kab/Kota Pekanbaru, Hasil sendiri Rp. 170.000.000

-> Tanah Seluas 400.000 m2 di Kab/Kota Kampar, Hasil sendiri Rp. 1.300.000.000

-> Tanah Seluas 590.000 m2 di Kab/Kota Kampar, Hasil sendiri Rp. 1.500.000.000

-> Tanah Seluas 56.000 m2 di Kab/Kota Kampar, Hasil sendiri Rp. 1.680.000.000

~ Alat Transportasi dan Mesin Rp. 1.045.000.000

-> Mobil Nissan Grand Livina Tahun 2012, Hasil sendiri Rp. 60.000.000

-> Mobil Fin Komodo IV Tahun 2019, Hasil sendiri Rp. 60.000.000

-> Mobil Honda CRV Tahun 2017, Hasil sendiri Rp. 275.000.000

-> Pesawat terbang Zenith 750 STOL Tahun 2019, Hasil sendiri  Rp. 650.000.000

~ Harta bergerak lainnya Rp. 452.600.000

-> Surat berharga Rp. —–

-> Kas dan Setara kas Rp. 4.056.154.000

-> Harta lainnya Rp. 600.000.000

(Rls/Ilh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *