Diduga Proyek Irigasi Anggaran APBN Rp 11,1 Milyar Bermasalah, APH Diminta Turun Tangan Awasi Pekerjaan

Hukum, Seluma837 Dilihat

Seluma, Globaltoday.id- Diduga Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Kiri D.I. Air Alas yang berlokasi di Kecamatan Semidang Alas dan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma, Bengkulu yang Kontrak Pelaksananya CV. Panca Berlian Muda dan Konsultan Supervisinya PT. Civarligma Engineering, tahun anggaran APBN 2023 terindikasi kuat banyak terjadi penyimpangan dalam hal Spec pengerjaannya.

Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Kiri D.I. Air Alas dengan nomor kontrak (HK.02.01/SPHS/Bws7.7/48.4/2023 dan waktu pelaksanaanya 300 (Hari Kalender) dengan tanggal kontrak pengerjaan dimulai dari 17 Februari 2023 yang dijalankan atau dikerjakan oleh CV. Panca Berlian Muda dan Konsultan PT. Civarligma Engineering diduga memang benar pekerjaan proyek tersebut sangat amburadul dan acak-acakan.

Ketika Tim media ini menelusuri ke lokasi pada hari Minggu, (4/6/2023) melakukan Kontrol Sosial ke Lokasi, proyek Peningkatan Irigasi sangatlah acak-acakan serta amburadul dengan banyaknya jalan yang berlubang dan berdebu akibat dilalui oleh alat berat dan mobil pengangkut material.

Proyek bernilai kontrak Rp 11.192.463.000 (Sebelas Milyar Seratus Sembilan Puluh Dua Juta Empat Ratus Enam Puluh Tiga Rupiah) tersebut telah terjadi penyimpangan dan terindikasi merugikan Negara didalam pelaksanaanya, yang diduga dilakukan oleh Pelaksana Kontrak dan pihak-pihak yang ikut andil pada proyek tersebut dengan maksud mencari keuntungan berlebih untuk memperkaya diri maupun kelompok dengan cara merugikan keuangan Negara dan melawan hukum.

Diwaktu yang sama warga Desa Rimbo Besar, Kecamatan Semidang Alas Sarkawi menjelaskan, bahwa kebun sawit miliknya beserta warga lainnya yang akan dilalui oleh alat berat dan mobil pengangkut material menuju lokasi pengerjaan belum ada kesepakatan atau persetujuan dari pihak proyek kepada masyarakat dan material bangunan yang lama seperti besi bekas pembongkaran yang lama tidak nampak dilokasi.

“Saya merasa keberatan, karena sawit dikebun saya akan ditumbangkan sebanyak 35 batang agar alat berat proyek dan mobil pengangkut material bisa melalui jalan tersebut menuju lokasi pengerjaan, dan kami bertanya-tanya bekas besi pembongkaran saluran irigasi yang lama dikemanakan, padahal itu adalah aset negara,” ungkapnya.

“Kami juga sering melihat alat berat itu kerjanya disitu-situ aja dan masukin material di tempat yang hanya terjangkau oleh alat berat dan mobil pengangkut material padahal masih banyak saluran dilokasi lain yang masih rusak parah,” imbuhnya.

Sarkawi menambahkan, akibat jalan yang dilalui oleh kendaraan pengangkut alat berat dan mobil pengangkut material proyek tersebut yang berada di Desa Maras Tengah penuh dengan lubang dan berdebu, diduga pelaksana proyek tersebut seolah-olah menutup mata dengan kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

“Kami berharap dan memohon kepada pihak APH dan instansi terkait agar segera turun kelapangan dan memantau pekerjaan proyek tersebut, kalau tidak disegerakan ditakutkan akan merugikan negara,” harapnya.

Sangat disayangkan saat tim media ini mencari dan ingin menanyakan serta mengklarifikasi persoalan tersebut, Kontraktor dan Pelaksana ataupun perwakilan dari mereka tidak berada ditempat, sehingga berita ini ditayangkan. (Ilh/S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *